Iklan

Kades Tambaksari Bantah Kabar Adanya Pungli Honor Guru Ngaji

BERITA PEMBARUAN
Selasa, 02 Juni 2020, 06:57 WIB Last Updated 2020-06-01T23:59:56Z
KARAWANG- Kisruh pungli  batuan honor guru ngaji di Desa Tambaksari Kecamatan Tirtajaya,  Karawang Jawa Barat mulai terkuak.

Pungutan yang diduga, dilakukan oknum aparat desa terhadap bantuan honor guru ngaji yang cair sebelum lebaran kemarin, satu per satu mulai terkuak ke permukaan.  Dimana honor guru ngaji yang sebelum lebaran lalu cair sebesar 1,2 juta, namun kemudian, ada pungutan liar dari oknum aparat desa dengan dalih pemerataan bagi guru ngaji yang tidak kebagian.

Seperti yang disampaikan Ustadz KY (43), kepada wartawan hari Senin, tanggal (01/06/20) terkait besaran potongan dengan nominal 300-400 ribu rupiah per guru ngaji di Desa Tambaksari, Tirtajaya, Karawang.

Ia menyampaikan bahwa setelah pencairan di balai desa pada Selasa, tanggal 19/05/20, sore harinya ada oknum aparat desa yang mendatangi rumahnya untuk meminta kembali nominal sebesar 400 ribu dengan dalih untuk pemerataan.

"Walaupun sebetulnya kita keberatan dengan potongan yang begitu besar, namun karena alasan yang dikemukakan adalah untuk membantu guru lain yang tidak kebagian, maka dengan berat hati akhirnya saya merelakan potongan atas honor yang tidak seberapa," ujar Ustadz KY.

Namun, didorong oleh rasa penasaran terkait kemana larinya uang mereka bermuara. Maka kemudian, dilakukan penelusuran dengan menelusuri ke guru ngaji yang tidak masuk list penerima bantuan. Lalu, setelah dikonfirmasi bahwa apa yang disampaikan oleh oknum aparat desa tersebut tidak benar adanya. Maka, dibuatlah surat pernyataan bersama terkait adanya pungli tersebut.

Ustadz MH (53), mengatakan bahwa ia sama sekali belum pernah menerima apa yang disebut sebagai pemerataan bagi guru ngaji yang tidak kebagian bantuan seperti yang diutarakan.

Sudah beberapa tahun ini kita tidak mendapat bantuan honor, termasuk yang namanya pemerataan. Bahkan, sudah pernah kita komplain ke desa untuk nama-nama penerima setiap tahunnya terlebih dahulu dimusyawarahkan", ujarnya saat dikonfirmasi.

Mengenai hal ini, Kades Tambaksari Eji Ruswandi membantah kabar berita tersebut. Ia mengatakan, tidak benar adanya pungli kepada honor guru ngaji karena langsung oleh pihak bank dibagikan kepada yang bersangkutan.

"Pada saat menerima uangnya silahkan ditanyakan apakah menerima utuh honor tersebut atau ada pungutan seperti yang disampaikan diatas," ucap Keji.

Dijelaskan Eji, terkait setelahnya, ada kebijakan pemerataan yang dilakukan oleh oknum perangkat dengan dalih pemerataan bagi yang tidak kebagian, ia tidak menjawab secara gamblang.

"Nanti saya kumpulkan para ustadz dengan perangkat desa untuk meng-clear-kan bagaimana permasalahannya," tukasnya mengakhiri pembicaraan.(za)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kades Tambaksari Bantah Kabar Adanya Pungli Honor Guru Ngaji

Terkini

Topik Populer

Iklan