Iklan

Emak-emak Binuang, Hilangkan Kejenuhan dengan Goes Bareng

BERITA PEMBARUAN
Minggu, 23 Agustus 2020, 23:50 WIB Last Updated 2020-08-24T04:55:09Z


RANTAU TAPIN- Berbagai regulasi dan himbauan dari Pemerintah untuk melakukan physical distancing sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 hampir berjalan enam bulan terakhir ini.

Sebagian besar pekerja, mahasiswa, dan siswa dari berbagai tingkatan diminta bekerja dan belajar dari rumah.
Rasa bosan dan jenuh berdiam diri di rumah 'stay at home' karena harus menjalani semua aktivitas di rumah. Dan itu bisa dirasakan siapapun juga, tidak terkecuali oleh ibu-ibu di Rantau Tapin, Kalimantan Selatan yang  jaraknya sekitar 84 kilometer dari kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. 

Dituturkan Warga Kelurahan Raya Belanti Tri Novitasari (29) yang bekerja sebagai guru honorer di SD A.Yani Pura Transad Binuang, Kabupaten Tapin mengatakan, imbas pandemi corona terasa sampai ke pelosok negeri dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2020 ini.

"Semenjak pandemi ada, kehidupan warga di Binuang sangat sepi. Warga lebih banyak berdiam diri di rumah karena mereka enggan atau takut ketika beraktivitas di luar rumah.  Terlebih ketika Kalsel melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," turur Evy sapaan akrab Tri Novitasari kepada beritapembaruan.com, Minggu (23/8/20) sore.


Saat ini kata Evy, dalam dua bulan terakhir, warga Binuang mulai beraktivitas salah satunya mereka bersepeda seputaran Binuang ketika sore hari tiba. Itu karena ibu-ibu sudah muyak (bosan) di rumah terus dan  tidak bisa seperti dulu, bisa bakunjangan (plesiran) ke daerah lain.

"Bersepeda seperti ini, selain bisa bersilaturahmi dengan teman-teman juga hitung-hitung refreshing haja (saja)," ujar Evy.

Saat di tanya apakah ada kehawatiran tertular virus ketika beraktivitas, kumpul banyak orang di luar ? Evy menjawab, kalau gair (khawatir) tentu ada. Namun dia mengatakan tetap menjaga protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Saat ini tidak tau harus usaha apa, paling Ulun (saya) mengawasi anak yang sudah sekolah. Kan sekolah online anak-anak pasti pegang handphone gairnya (khawatirnya) anak menonton konten yang tidak jelas," ucap Evy.

Sementara Qitha (30) warga Binuang yang berprofesi sebagai pedagang mengatakan alasannya ikut tim bersepeda dengan acil acil (ibu ibu muda) karena sudah merasa bosan.

"Mau jualan sekarang sepi, karena daya beli masyarakat berkurang. Itu efek dari banyak pegawai yang dirumahkan dan yang masih ada penghasilan pun mereka baimit (berhemat) karena tidak tau sampai kapan pandemi ini berakhir," ujarnya.
 
Pendapat yang hampir sama disampaikan Putri bujang (lajang) yang biasa di panggil Uti guru honorer di SDN Binuang VI mengatakan, Ia ikut bergabung grup bersepeda karena selain lagi dan ngetrend juga selajur (sekalian) olahraga dan meski banyak yang bersepeda, ia tidak merasa khawatir dirazia satgas covid-19.

"Tidak pernah takut kena razia. Kan bersepeda ini jaraknya terjaga. Tidak berdekatan dan tentu tetap jangan lupa bermasker," ucap Uti.(ron).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Emak-emak Binuang, Hilangkan Kejenuhan dengan Goes Bareng

Terkini

Topik Populer

Iklan