Iklan

Iklan

Polisi Ciduk Dua Pelaku Mutilasi di Apartemen

BERITA PEMBARUAN
Kamis, 17 September 2020, 17 September WIB Last Updated 2020-09-17T15:52:33Z


           

JAKARTA- Ditreskrimum Subdit 3 Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan berencana  dengan mutilasi korbannya.


Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs Nana Sudjana didampingi Kabid Humas Kombes Pol Yusri Yunus dan Dirkrimum, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat serta Wadir Krimum, AKBP Jean Calvin Simanjuntak mengatakan, dua orang tersangka pembunuh dan mutilasi korbannya telah ditangkap oleh Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya dengan inisial DAF dan LAS dengan korban RHW, hal ini disampaikan Kapolda pada awak media saat konpers, di Mapolda, Kamis (17/09/20).


Selanjutnya Kapolda menjelaskan, kasus ini berawal dengan adanya laporan orang hilang ke Polda Metro Jaya pada tgl 16 September 2020, laporan ini langsung ditangani Tim Gabungan Unit 3 dan 4 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Awal kejadiannya, LAS berkenalan dengan korban RHW melalui Medsos dengan aplikasi 'Tinder'. LAS sendiri sudah mempunya pacar inisial DAF


"Mereka mencari mangsa melalui aplikasi Tinder untuk di ambil hartanya," katanya.


Setelah itu, pada 9 September 2020, ke dua tersangka menyewa sebuah apartemen di kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat untuk janjian ketemu korban, DAF pada saat itu sudah bersembunyi di kamar mandi, dan

saat korban masuk langsung di pukul pakai batu bata sebanyak empat kali dan di tusuk sebanyak 7 kali oleh DAF. Sebelum nya tersangka juga sudah mempersiapkan golok dan gergaji untuk memutilasi korban menjadi 11 potong


Lebih jauh Kapolda mengatakan, setelah dimutilasi jadi 11 potong kemudian dimasukan kedalam koper yang akan dipindahkan ke apartemen Kali Bata Jakarta Selatan. Sesampai di apartemen Kali Bata tersangka mencari kontrakan di daerah Cimanggis Depok untuk menguburkan  korbannya. Namun, niat itu belum terlaksana, korban belum sempat di kubur, ke dua tersangka sudah keburu  ditangkap oleh Resmob Subdit 3 Polda Metro Jaya. 


Dan lanjut Kapolda, saat tersangka DAF mau ditangkap ia mencoba melawan petugas, sehingga diambil tindakan tegas dan terukur di tembak di kakinya. 


Sebagai barang bukti, didapat dari tersangka berupa kalung emas, Laptop, dan Handphone.


"Tersangka di jerat dengan Pasal 340 KUHP, ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup dan pasal 338 KUHP atau 20 tahun penjara," pungkasnya (Okta).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Polisi Ciduk Dua Pelaku Mutilasi di Apartemen

Terkini

Topik Populer

Iklan