Aksi Kamisan Karawang Turut Kawal Demo Buruh Tolak Omnibus Law


KARAWANG- Massa yang tergabung dalam Aksi Kamisan (Komunitas Hak Azasi Manusia) Karawang ikut mengawal unjuk rasa yang dilakukan buruh, sebagai aksi lanjutan atas disahkannya Undang-undang Cipta Tenaga Kerja (Cipnaker) melalui Omnibus Law. 


Dikatakan Relawan Aksi Kamisan Saman, bahwa sembari menunggu rombongan serikat buruh tiba, mereka berdiri di depan Pemda dengan mengangkat poster bertuliskan, 'Hapuskan Upah Murah, Stop Pelecehan Seksual, Hentikan Perampasan Tanah'.


"Aksi dimulai pukul 12.30 setelah konvoi rombongan KASBI sampai di sekitar Pemda. Perwakilan buruh perempuan berorasi di atas mobil komando, menolak UU yang merugikan perempuan seperti dihapuskannya cuti haid dan cuti melahirkan," ucap Saman, Rabu (7/10/20).


Saman menuturkan, saat itu kondisi sempat memanas ketika massa mulai mendorong gerbang. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Namun aksi yang sebenarnya merupakan panggung buruh dalam menyuarakan tuntutannya, tetapi malah digunakan perwakilan partai. Anggota DPRD dari Demokrat dan PKS yang merupakan dua fraksi penolak UU Ciptaker, yang membuat kami  Aksi Kamisan meninggalkan lokasi karena tak ingin aksi dijadikan kampanye terselubung menjelang Pilkada. 


"Ada hasil positif didapat melalui surat pernyataan Pemerintah Kabupaten Karawang yang mendukung sepenuhnya buruh untuk menolak UU yang merugikan mereka," terang Saman.


Sementara kami dari Aksi Kamisan  mengutuk tindakan represif aparat yang menangkap demonstran saat berlangsungnya aksi di sore tadi, dengan menuduh mereka sebagai Anarko.


"Aksi menolak UU Ciptaker ini akan menemui puncaknya pada besok Kamis, 08 Oktober 2020. Buruh dari berbagai kota akan bersama-sama menuju gedung DPR untuk menjemput hak-hak mereka yang dihilangkan. Namun Aksi Kamisan Karawang sepakat untuk tetap melakukan aksi di daerah. Memastikan tuntutan tetap digaungkan di Karawang agar gemanya kian terdengar oleh masyarakat," tandasnya.(man)



Lebih baru Lebih lama