Ketua KPU Tapin: Berharap Keamanan Bisa Mencegah Kerumunan Secara Persuasif


RANTAU- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tapin, tiga hari kedepan akan gelar rapat pleno tentang Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) di semua kecamatan se Kabupaten Tapin 


Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Kabupaten Tapin kepada berita pembaruan.com, Rabu (7/10/20) di kantor KPU Jalan By Pass Rantau, Kalimantan Selatan.


Dikatakan Ketua KPU Hj.Henny Hendriyanti, SKm.,MM., hari ini Rabu 7 Oktober ada dua kecamatan sedang melaksanakan rapat pleno tentang Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) nanti semua Hasil nya setelah selesai disampaikan ke KPU Kabupaten dan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).


"Artinya saat ini ditingkat kabupaten belum ada Daftar Pemilih Tetap ( DPT)," ucap Henny singkat.


Setelah 12 kecamatan melaksanakan pleno, yang waktunya bergiliran selama tiga hari. Dan hari ini sedang melaksanakan rapat pleno di dua kecamatan, seluruhnya ada 12 kecamatan se kabupaten. 


"Kamis depan rapat pleno kabupaten akan dilaksanakan yang bertempat di Aula SMAN 1 Rantau. Rapat pleno rekapitulasi DPT.  Se Kabupaten Tapin ada 469 TPS yang tersebar di 135 kelurahan dan desa," ungkap Henny.


Sementara untuk mengantisipasi di saat pandemi covid-19 ini, kami sudah punya tim teknis. Meski saat ini antisipasi secara teknis belum ada, karena kami belum menerima petunjuk pelaksana dan teknis nya. Untuk di hari H belum ada juklaknya, tetapi sudah diatur secara umum Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 itu ada.


"Nantinya ada penyemprotan di TPS   pengukur suhu tubuh, ada pengaturan jam mencoblos, tapi kita masih menunggu juknis. Sebagai contoh,  jumlah pemilih ada 300. Dan diatur misalkan, nomor antrian 1-50 itu pukul 9 -10 masuknya, sehingga tidak ada kerumunan antrian untuk menunggu giliran mencoblos," papar Ketua KPU.


Kemudian lanjut Henny, penyelenggara dan pemilih harus menggunakan APD, sarung tangan dan segala setiap kegiatan tahapan penyelenggaraan pemilu serempak harus mengacu pada protokol kesehatan dan pencegahan penularan covid-19.


Kemudian masih kata Henny, tinta tidak lagi dicelupkan jari tetapi diteteskan pakai pipet untuk menghindari adanya pencampuran jari atau kulit semua ingin memacu pada protokol kesehatan. Kami mengharapkan kepada setiap keamanan agar bisa mencegah dan tidak terjadi kerumunan ketika saat  perhitungan suara dari TPS.


"Kami mengharapkan kepada pihak  keamanan agar bisa mencegah kerumunan secara persuasif," tandasnya. (Ron)







Lebih baru Lebih lama