Iklan

Iklan

Panen Jagung Hibrida, Tingkatan Kesejahteraan Petani Tapin Kalsel

BERITA PEMBARUAN
Selasa, 27 Oktober 2020, 27 Oktober WIB Last Updated 2020-10-27T08:12:18Z


RANTAU- Panen Raya Jagung Hibrida dan Gerakan Percepatan Tanam padi Surung di Desa Tandui Kecamatan Tapin Selatan, Tapin Kalimantan Selatan, Selasa (27/10/20).


Acara tersebut dihadiri Bupati, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalsel Ir.H Syamsir Rahman MS, Kadis Pertanian Tapin Wagimin SP MM, Wakil Bupati Syafruddin Noor, Kapolres AKBP Pipit Subiyanto dan Dandim 1010 Rantau Letkol Inf Andi Sinrang, Kepala Bidang TPH Dinas Pertanian Provinsi Edy Susanto, Kadis Ketahanan Pangan  Bastian SP, Kadis Pertanian Wagimin dan jajaran pejabat di Kabupaten Tapin.


Acara tersebut dibuka dengan diawali dengan wakil bupati Syafruddin Noor memetik jagung perdana selanjutnya diikuti pejabat yang hadir dalam acara tersebut. Setelah acara pemetikan perdana Syafruddin Noor melakukan menugal (mengasak tanah memakai tongkat kayu) untuk menanam padi sorong mencoba dan mesin perontok jagung.



Dikatakan Syafruddin, jagung yang dipanen hari ini ditanam para petani Tapin di areal tanah seluas 65 hektar. Dan bukan hanya jagung yang di tanam namun ada juga padi surung yang di tanam di areal tanah seluas 103 hektar.


" Saya apresiasi untuk para petani di Tandui yang diketuai Gozali. Dan semoga diikuti oleh para petani lainya yang ada di Tapin. Untuk pemasaran hari ini saja, sudah ada langsung pembeli dari pelai hari Tanah Laut. Jadi jangan khawatir pembelinya sudah ada," ujar wakil bupati dihadapan wartawan,Selasa (27/10/20).


Sementara di tempat yang sama Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Edy Susanto mengatakan, di Provinsi ada pengembangan jagung hibrida tahun 2021 sekitar 20 ribu hektar. Dan untuk lokasi penanamannya akan ditempatkan dibeberapa daerah. 

Kemungkinan Tapin akan diprioritaskan dalam pengembangan penanaman jagung ini.


" Di sini juga sangat potensial untuk tanaman pangan padi hibrida. Padi hibrida sawah, sebenarnya cukup potensial. Ada sekitar 50 ribu hektar pengembangan di tahun 2021 nanti," terang Edy Susanto.


Lanjut Edy, ini suatu peluang bagi petani di sini untuk meningkatkan taraf hidupnya supaya para petani lebih meningkatkan taraf hidupnya. Di situ bisa melihat biasanya bisa padi jagung, padi jagung-jagung atau padi-padi jagung supaya satu tahun bisa tiga kali, itu lebih bagus. 


"Kalau selama ini saya melihatnya mungkin satu kali tanam atau dua kali tanam," jelas Edy.


Lebih lanjut Edy mengungkapkan, di sini untuk jagung tidak ada masalah dengan air. Hanya kalau masalah pertama air ketersediaanya perlu dipikirkan. Terutama tata airnya supaya bisa mengairi sawah atau tanaman lainya pada musim kemarau. 


"Ini  saja saya melihatnya. Tapi untuk sawah sebaiknya ditanam pada musim hujan saja," pungkasnya.(ron)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Panen Jagung Hibrida, Tingkatan Kesejahteraan Petani Tapin Kalsel

Terkini

Topik Populer

Iklan