Iklan

Iklan

Polisi Ungkap Provokasi Anak STM yang Berujung Pidana

BERITA PEMBARUAN
Selasa, 27 Oktober 2020, 27 Oktober WIB Last Updated 2020-10-27T13:10:34Z


JAKARTA- Aneka macam postingan di medsos dan whatsapp grup anak STM sudah diselidiki polisi. Sejumlah postingan dinilai bernada menghasut dan provokasi dan berujung pidana.


"Nah termasuk ini, 'balas dendam terbaik kita hancurkan gedung DPR, besok enggak mau tahu'," kata Kapolda Metro Irjen Nana Sudjana dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/10/20).


Polisi sudah mengantongi bukti lain dari grup anak STM ini, selain hasutan menghancurkan gedung DPR.


"Ayo ikut bela hak kita, dan lawan hukum yang tidak masuk akal," ujar Kapolda.


"Untuk peralatan tempur atau perlawanan, terdiri dari...petasan, molotov, senter laser, dan ban bekas. Kalau demo pakai molotov aja, biar kelar.Buat kawan-kawan saya tanggal 20 jangan lupa bawa oli supaya polisi jatuh," jelasnya.


Beberapa hasutan yang mereka munculkan atau mereka posting di beberapa WA dan facebook. Kapolda metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan, Polisi membagi dalam beberapa klaster para tersangka. Pertama mereka yang mengoperasikan facebook ada tiga orang yakni WH (16), MRAI (16), GAS (16) dan JN (17).


Polisi Ungkap Provokasi Anak STM yang Berujung Pidana, diantaranya Hancurkan Gedung DPR, dan admin dari akun IG Panjang Umur Perlawanan, MR (17), dan MAR admin WAG, sedang tiga orang lainnya masih buron.


"Modus, pelaku buat postingan dari FB dan IG, postingannya seperti ini mengajak anak STM bergerak atau panggilan kepada seluruh STM Sejabodetabek ke gedung Istana. Postingan juga berisi hasutan, yang mengajak untuk melakukan demo anarkis," jelas Nana.


Selain itu ada satu postingan ajakan hasutan kepada rekan-rekan grup WA STM yang bisa membangkitkan dan bisa membuat rekan-rekannya bertindak anarkis. 


Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengatakan, anak-anak ini selain dijerat dengan UU ITE. Dan sesuai UU Anak, karena ancaman hukuman di atas 7 tahun mereka bisa dipidana dan ditahan (Okta).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Polisi Ungkap Provokasi Anak STM yang Berujung Pidana

Terkini

Topik Populer

Iklan