Iklan

Iklan

Diresmikan Wamen, Pupuk Kujang Siap Operasikan Pabrik CO 2 Senilai US$ 7,4 Juta

BERITA PEMBARUAN
Sabtu, 07 November 2020, 07 November WIB Last Updated 2020-11-07T12:29:17Z


KARAWANG- Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kujang meresmikan pabrik karbondioksida (CO2) cair berkapasitas 50.000 ton per tahun. 


Pabrik ini diresmikan langsung oleh Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin bersama Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman, Direktur Utama PT Pupuk Kujang Maryadi dan Direktur Utama PT Rekayasa Industri Alex Dharma Balen di Cikampek pada Sabtu (7/11/20).


Pada kesempatan ini dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama Offtake CO2 cair antara PT Pupuk Kujang dengan PT Samator Gas dan PT Purnabuana Yudha.


Direktur Utama Pupuk Kujang Maryadi menjelaskan, Pabrik yang memiliki nilai investasi US$ 7,4 juta ini berdiri di atas lahan seluas 1500 m2 yang pengerjaaannya telah dimulai sejak awal tahun 2019.  


Dijelaskan Maryadi juga, Pabrik CO2 cair ini dibangun oleh kontraktor EPC PT Rekayasa Industri dan telah berhasil rampungkan proses pembangunan pada 15 Oktober 2020 lalu. 


"Meskipun di tengah pandemi, semangat sinergi antara PT Pupuk Kujang & PT Rekayasa Industri yang merupakan anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam pembangunan pabrik CO2 cair dapat terselesaikan dengan baik," ujar Maryadi


Sementara keberadaan pabrik ini bertujuan untuk memanfaatkan gas ekses dari proses produksi pabrik Kujang 1A dan 1B. Sehingga, menjadi produk CO2 cair yang memiliki nilai jual lantaran bisa digunakan oleh industri lainnya. Produk akhir pabrik berupa CO2 murni standard food grade ini sangat diperlukan oleh berbagai jenis industri, dalam industri makanan dan minuman misalnya.


“CO2 murni digunakan untuk pembuatan minuman berkarbonasi, pengawetan makanan perikanan dengan dry ice, serta pemutihan gula. Tak hanya itu, CO2 murni ini juga bisa digunakan dalam industri manufaktur pengelasan, pemutihan kertas, fumigasi pada sektor pertanian, serta secondary oil recover," jelasnya. 


Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman berharap produk turunan yang dikembangkan Pupuk Kujang ini dapat semakin meningkatkan daya saing perusahaan, terlebih pangsa pasar untuk produk CO2 cair masih sangat terbuka lebar. 


“Hal ini sejalan dengan program kerja Pupuk Indonesia untuk lebih fokus pada diversifikasi produk yang dapat meningkatkan daya saing,” kata Bakir Pasaman.(rls/red).


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Diresmikan Wamen, Pupuk Kujang Siap Operasikan Pabrik CO 2 Senilai US$ 7,4 Juta

Terkini

Topik Populer

Iklan