Iklan

Iklan

Kecewa Harga Kios Mahal, Pedagang Pasar Kalijati Subang Kritisi Kinerja Pemdes

BERITA PEMBARUAN
Jumat, 13 November 2020, 13 November WIB Last Updated 2020-11-13T06:49:15Z


SUBANG- Mahalnya harga kios Pasar Kalijati, Subang yang ditawarkan pengembang PT.Senjaya Rezeki Mas (SRM) mendapat respon keras dari pedagang lama pasar tersebut.


Pasalnya, paska terbakarnya pasar tersebut 30 September 2019 lalu. Dan  saat ini pembangunan renovasi akan dilaksanakan, namun harga yang ditawarkan cukup mahal, membuat kecewa para pedagang.


Pedagang lama Pasar Kalijati kecewa dengan kebijakan Desa Kalijati Timur dengan pihak ke tiga PT. Senjaya Rezeki Mas (SRM) yang menawarkan kios dengan harga Rp. 20 juta permeter bahkan ada yang mencapai Rp.700 juta, yang tertera di brosur penawaran.


Seperti disampaikan Agus Isak yang orang tuanya sebagai pedgang di Pasar Kalijati, menurutnya, PT. SRM  tidak ada komunikasi atau sosialisasi terlebih dahulu kepada para pedagang secara baik.


"Seperti pemasangan baliho, atau sepanduk yang bisa dipasang di depan pasar, sehingga para pedagang bisa mengetahui dengan pasti," ujar Agus saat dihubungi melalui jejaring WhatsApp, Jumat (13/11/20). 


Bukan hanya itu saja kata Agus, waktu pembangunanpun tidak tepat, karena baru setahun terbakar. Ditambah dengan adanya pandemi covid-19 yang menghancurkan semua perekonomian pelaku usaha. Daya beli masyarakat sangat menurun sehingga pendapatan pedagang drastis menurun tajam.


Bukan hanya itu saja lanjut Agus, harga yang ditawarkan terlalu mahal dan tidak ada klasifikasi pedagang, seperti pedagang besar, menengah dan kecil.

Untuk status pasar adalah milik Desa Kalijati Timur dan bukan milik kepala desa dan BPD. Pada saat penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT. SRM, yang isinya menurut kabar di manyarakat akan diserahkan pengelolaan pasar selama 20 tahun ke PT tersebut. 


" Saya berpendapat bahwa bila di kerjasamakan tersebut harus ada musyawarah dengan seluruh warga desa atau perwakilan beberapa tokoh tiap-tiap RT, RW, sehingga akan transfaran pendapatan yang di terima di awal dan berapa nilai konpensasi tiap taunya untuk desa," paparnya.


Menurutnya Agus berpendapat sebenarnya perjanjian ini cacat hukum, karena BPD selaku wakil warga di tiap-tiap RW tidak sama sekali menyerap aspirasi warga.Semua diputuskan oleh masing masing anggotanya. Dan secara legal standing BPD cacat hukum untuk menyetujui perjanjian ini.


" Sesuai permendagri nomor 110 bahwa tugas BPD hanya sebagai pengawas Pemerintahan Desa. Dan harus menyerap terlebih dahulu aspirasi seluruh warga desa, sebelum memutuskan semua hal menyangkut aset desa. Saya minta pihak kecamatan, dinas terkait serta mayarakat desa mengaudit  secara komperhensif," tandasnya.


Sementara Kepala Desa Kalijati Timur 

Ahadiyat Amaludin saat dihubungi melalui nomor WhatsApp nya mengatakan, sebenarnya kami sudah klarifikasikn ke para pedagang terkait harga kios yang beredar sekarang. Itu adalah harga untuk para pedagang baru, sementara untuk pedagang lama ada diskon khusus dan sekarang sebagian pedagang lama sudah mulai banyak yang boking.


"Kalau urusan diskon berapanamah itu kebijakan dari pihak pemasaran. Karena ada diskon umum dan diskon khusus. Yang umumna mah 10 persen," ujarnya. (red)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kecewa Harga Kios Mahal, Pedagang Pasar Kalijati Subang Kritisi Kinerja Pemdes

Terkini

Topik Populer

Iklan