Proyek Pembangunan Pasar Kalijati Subang Terus Tuai Kritikan


SUBANG- Paska dibangunnya kios sementara awal tahun 2020, para pedagang korban kebakaran di Pasar Kalijati, Subang masih banyak menyisakan persoalan. 


Pasalnya para pedagang di Pasar Tradisional tersebut merasa tidak diajak bicara dalam berbagai hal terkait rencana pembangunan pasar.


Dikatakan tokoh masyarakat setempat yang juga orang tuanya pedagang di pasar tersebut H.Agus Isak, permasalahan pasar ini rumit, karena salah satunya tidak mengajak para pedagang terlibat langsung dalam berbagai hal. 


"Tidak secara langsung para pedagang diajak berbicara dan audensi dengan pihak desa. Padahal yang akan menempati dan membeli, ya para pedagang," ujar Agus Minggu (15/11/20).


Maka lanjut Agus, dirinya akan senantiasa mempertanyakan Pemerintah Desa Kalijati Timur dan pihak pengembang PT. Senjaya Rejeki Mas (SRM). Kami akan layangkan surat ke pihak desa tentang berbagai hal khususnya tentang penentuan harga sepihak tanpa ada musyawarah dengan para pedagang.


"Harusnya ada musyawarah dengan para pedagang tentang berapa harga dan bagaimana tata cara pembayaranya. Setelah ada titik temu dengan para pedagang dan pengembang, selanjutnya, hasil musyawarah itu disosialisasikan ke semua pedagang. Itu sepertinya lebih baik," papar Agus.


Untuk itu lanjut Agus, kami akan deklarasi Forum Pedagang Pasar Kalijati yang sudah mendapatkan dukungan dari ratusan Pedagang.


" Forum ini akan menjadi wadah pedagang menyampaikan aspirasinya,” tandas Agus Isak, inisiator pembentukan forum pedagang, Minggu (15/11/20) di Pasar Kalijati.


Ditambahkan Agus, pembentukan forum ini merupakan upaya pedagang untuk duduk satu meja dengan PT Senjaya Rejeki Mas (SRM) yang disebut-sebut sebagai Pengembang Pasar Tradisional Kalijati.


“Pasar Kalijati ini memang dikelola Pemerintah Desa Kalijati Timur. Entah mengapa tahu-tahu muncul PT Senjaya Rejeki Mas, sebagai Pengembang pasca kebakaran hebat September tahun lalu,” tutur Agus.


Ditanya apakah pedagang sudah mengetahui perihal pembangunan Pasar Kalijati yang akan dilakukan PT SRM, Agus cuma mengatakan, sebelumnya pihak desa memang melayangkan undangan. Tapi tidak menyinggung soal keberadaan PT SRM, melainkan hanya melakukan pendataan. 


“Ada memang undangan tapi cuma mendata pedagang-pedagang yang belum memiliki kios,” ucap Agus.


Sementara Kepala Desa Kalijati Timur Ahadiat Amaludin mengatakan, kami sudah sarankan sejak awal sebelum pasar kebakaran, agar para pedagang membentuk forum atau asosiasi atau apapun namanya. Dan pembentukan forum itu merupakan ranah dari para pedagang sebagai jembatan pedagang dan Pemerintah Desa.


" Para pedagang yang terdaftar di Pemdes cuma 293 an pedagang kios dan 120 lemprakan (kaki lima -red)," ujar Ahadiat ketika dikonfirmasi lewat sambungan WhatsApp nya, Senin (16/11/20).


Ketika ditanyakan mengenai harga yang tertera di brosur itu apakah sudah dimusyawarahkan dengan para pedagang ? Ahadiat mengatakan, bahwa kalau di brosur mah, harga pedagang baru di luar pedagang lama.


Diberitakaan sebelumnya para pedagang di Pasar Kalijati mengeluh dengan mahalnya harga yang ditawarkan PT. SRM Rp.20 juta per meter bahkan hingga mencapai Rp. 792 juta untuk ruko dua lantai.(red)



Lebih baru Lebih lama