Iklan

Iklan

Abdul Hakim: Partisipasi Pemilih Rendah, Ada Apa dengan Penyelenggara Pemilu Kalsel ?

BERITA PEMBARUAN
Senin, 21 Desember 2020, 21 Desember WIB Last Updated 2020-12-21T08:49:59Z


BANJAR BARU- Rapat Pleno rekapitulasi hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) usai digelar pada Jumat (18/12/20).  


Diketahui suara sah yang ditetapkan KPU Kalsel 1.695.517 dan suara tidak sah 144.723 total masyarakat yang menggunakan hak pilihnya di pilkada 9 Desember 2020 lalu 1.840.240, artinya ada sekitar 953.571 orang yang tidak menggunakan hak pilihnya di Pilgub Kalsel, dilihat dari DPT KPU Kalsel sebanyak 2.793.811 orang.


Beragam tanggapan dari masyarakat terkait proses dan hasil Pilkada Gubernur Wakil Gubernur Kalsel saat ini. Seperti yang disampaikan pemerhati sosial politik Kalsel  Abdul Hakim saat berbincang di cafe & resto Rhodita Hotel Banjarbaru, Minggu (20/12/20) malam, saat diminta tanggapannya terkait Pilkada Kalsel.


Abdul Hakim menyoroti rendahnya partisipasi masyarakat Kalsel pada Pilkada 9 Desember lalu, menurutnya ini menjadi pertanyaan, ada apa dengan penyelenggara pemilu Kalsel ? Padahal kalau dilihat dari anggaran sudah lebih dari cukup, bahkan yang paling mengherankan tambahnya, proses penghitungan dan laporan hasil melalui IT kenapa terkesan lambat. 


"Padahal kan sebelumnya sudah ada simulasi. Dari simulasi itu, habis ashar semua proses pemilihan hingga  penghitungan suara bisa selsai, tapi fakta pelaksanaan, realnya tidak berbanding lurus. Meskipun tahapannya sih sesuai jadwal," terang Abdul Hakim, Minggu (20/12/20) malam.


Namun, menurut Abdul Hakim, ada sisi positifnya di Pilkada sekarang Ini. Ia  mengapresiasi salah satu calon yang dikatakannya akan melakukan gugatan ke MK terkait hasil pilkada. Ada edukasi atau pendidikan politik bagi masyarakat. Si calon melakukan cara yang elegan karena si calon menyikapi ketidakpuasannya dengan cara menempuh jalur hukum dalam hal ini ke MK. Tidak dengan cara-cara lainya yang bisa menimbulkan ekses dan tidak terpuji.


"Ini benar-benar seorang negarawan," imbuhnya.


Diakhir perbincangan Hakim menyampaikan harapannya, semoga pemilu ke depan khususnya di Kalsel, baik penyelenggara ataupun kontestan lebih menyempurnakan lagi yang belum sempurna.


"Dan masyarakat saat menjatuhkan pilihan atas dasar visi misi calon, bukan karena kepentingan sesaat, jadikanlah pilkada sekarang pelajaran," tandasnya.(ron)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Abdul Hakim: Partisipasi Pemilih Rendah, Ada Apa dengan Penyelenggara Pemilu Kalsel ?

Terkini

Topik Populer

Iklan