Iklan

Iklan

DB Pelaku Pengancaman Melaui Media Elektronik Diamankan Polisi

BERITA PEMBARUAN
Senin, 14 Desember 2020, 14 Desember WIB Last Updated 2020-12-14T09:17:43Z


JAKARTA- Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap DB alias Muhammad Umar (25) pelaku kasus pengancaman melalui media elektronik, dengan ancaman akan memenggal polisi bila menangkap Muhammad Rizieq Shihab (MRS).


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pelaku DS mengunggah video yang bermuatan ujaran kebencian disertai pengancaman melalui media elektronik, dia nge-fans terhadap MRS. DS ditangkap di wilayah Angke, Jakarta Barat.


“Pada hari Minggu 13 Desember 2020, telah beredar video melalui pesan singkat WhatsApp yang mengatasnamakan Muhammad Umar yang diduga berisi provokasi dan pengancaman dengan durasi video 23 detik,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (14/12/2020).


Menurut Yusri, pelaku DS ditangkap pada Minggu 13 Desember 2020. Dalam video diatas yang telah dibuat oleh tersangka terdapat kata-kata sebagai berikut:


“Assalamualaikum warrahmatullahi wa barakaatuh saya Muhammad Umar, jikalau Habib Rizieq kena tangkap! Polisi akan berhadapan dengan saya, Polisi akan berhadapan dengan saya dan saya akan penggal kepalanya polisi, Inget itu! Hei ... , polisi .... lu fuck you”


Kabid Humas menghimbau agar pengguna media sosial lebih bijak dalam menggunakan media sosial tersebut, untuk tidak memposting video atau gambar yang menimbulkan ujaran kebencian maupun provokatif.


Barang bukti yang disita petugas, berupa 1 buah handphone yang digunakan tersangka membuat video yang berisi ujaran kebencian dan pengancaman dan 1 peci warna putih yang dikenakan oleh tersangka media elektronik.


Kemudian Kanit dan unit IV Tipid Siber Ditreskrimsus PMJ, AKP Rovan Richard Mahenu menyampaikan bahwa pelaku DS mengaku dipukuli oleh petugas adalah tidak benar.


“Bukti pelaku DS yang menyebarkan ujaran kebencian akan memenggal polisi, tidak terbukti dipukuli sama petugas dengan menunjukan wajah pelaku yang tidak ada bekas pukulan,” ujar Rovan.


Tersangka dikenakan  Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) dan atau Pasal 27 ayat (4) jo Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun (Okta)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • DB Pelaku Pengancaman Melaui Media Elektronik Diamankan Polisi

Terkini

Topik Populer

Iklan