Iklan

Iklan

Kapolda Metro Jaya: Harus Menegakan Hukum yang Tegas

BERITA PEMBARUAN
Jumat, 11 Desember 2020, 11 Desember WIB Last Updated 2020-12-11T09:59:37Z


JAKARTA- Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran angkat suara mengenai perkembangan terakhir isu penegakan hukum terkait kasus yang kini menyeret pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menjadi tersangka. Ia juga menjelaskan alasan mengenai sikapnya yang keras dalam kasus ini.


Polda Metro Jaya kini tengah mengusut kasus kerumunan massa acara pernikahan putri Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Rizieq dan lima orang lainnya sebagai tersangka.


“Jadi, saya harus melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap model seperti ini. Gak ada gigi mundur, ini harus kita selesaikan,” ungkap Irjen Fadil di Mapolda, Jumat, (11/12/20).


Rizieq dijerat Pasal 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP, sedangkan kelima tersangka dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018. Kelimanya adalah Haris Ubaidilah ketua panita, Ali bin Alwi Alatas ketua panitia, Maman Suryadi penanggungjawab acara, Ahmad Shabri Lubis penanggungjawab acara, dan Habib Idrus kepala seksi acara.


Sebelumnya terjadi pula lima laskar FPI yang tewas dalam insiden di Jalan Tol Cikampek. Perkembangan kasus ini masih menjadi perhatian masyarakat luas.


Sedangkan Kapolda Fadil mencontohkan, kasus sebuah keluarga yang menjadi korban perampokan dan pembunuhan. Tanggapan terkait kasus ini, kata dia, pasti luar biasa.Namun, kata Irjen Fadil, tanggapan akan berbeda muncul terhadap berita tentang bencana alam yang menyebabkan banyak orang meninggal.


 “Pandangannya adalah, ‘oh ini bencana alam’. Padahal, ujungnya sama, sama-sama orang mati. Di sini berapa yang mati, lima, di sini berapa 100,” ujarnya


Kapolda menyatakan sudut pandang masyarakat itu harus diubah. Terutama, berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan puluhan ribu orang meninggal dunia. Ia menyatakan, tindakan tegas terhadap kerumunan massa ini menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.


“Kalau kita terus membiarkan terjadinya kerumunan, itu namanya, kata Mendagri, ‘membiarkan kita saling membunuh’,” ujar Fadil.


“Jadi mengapa pelaku pelanggaran terhadap UU yang menyangkut protokol kesehatan itu kita tindak tegas, ya itu, karena risikonya bahayanya begitu besar, mata rantai penularan Covid-19 masih terjadi,” ungkapnya.(okta)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kapolda Metro Jaya: Harus Menegakan Hukum yang Tegas

Terkini

Topik Populer

Iklan