Iklan

Iklan

M.Akbar Faisal: Pilkada Kalsel Sentimenya Masih Panas

BERITA PEMBARUAN
Rabu, 23 Desember 2020, 23 Desember WIB Last Updated 2020-12-23T16:09:12Z


BANJARMASIN- Paska KPU Kalimantan Selatan menetapkan pasangan pemenang H Shabirin Noor dan H Muhidin sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel.


Pasangan H.Denny Indrayana dengan Defri Darjad belum bisa menerima, dan pasangan tersebut melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang didaftarkan pada hari Selasa (22/12/20).


Diketahui, sebelumnya berita pembaruan mendapatkan kabar adanya karangan bunga yang bertuliskan 'Turut Berduka Cita atas Matinya Keadilan Pemilu di Kalsel'.


Hal tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Banjarmasin Muhamad Akbar Faisal saat dihubungi via WhatsApp  berita pembaruan, Rabu (23/12/20).


Menurutnya, Pilkada di Kalsel ini sentimennya masih panas. Ini dikarenakan ada pasangan calon yang tidak terima dengan hasil rapat pleno KPU Kalsel dan saling adu statement antara kedua belah pihak. 


"Mengenai pengajuan sengketa ke MK, Ini merupakan prosedur yang sah secara hukum tapi jangan sampai sentimen ini memecah belah masyarakat antara pendukung 01 dan pendukung 02," ujar Akbar Faisal.


Lanjut Akbar Faisal, bila dikatakan keadilan pilkada Kalsel telah mati, namun ia merasa pihak penyelenggara telah berupaya semaksimal mungkin untuk berjalannya pilkada dengan baik, meski di tengah covid seperti ini.


"Bila ada salah satu pihak yang terbukti melaksanakan praktek money politic atau politik uang, berarti salah satu faktor matinya keadilan ini juga adalah masyarakat yang menerima," tegasnya.


Ini imbuh Akbar, merupakan penentuan masa depan Banua, kita telah menggunakan suara pada 9 Desember kemarin, selanjutnya bila ini akan di ajukan ke MK, maka pada akhirnya pemenang nanti adalah keputusan MK dan kita harus terima itu. Semoga yang terbaik untuk Banua kita


Dengan menurunnya partisipasi pemilih, ini sangat disayangkan, padahal inilah kesempatan menentukan siapa Gubernur Kalsel selama beberapa tahun kedepan, Baik itu yang menginginkan Gubernur baru ataupun yang masih ingin dipimpin oleh Petahana.


"Ulun (Saya-red) menyayangkan banyak nya yang tidak datang ke TPS. Semoga masyarakat Kalsel makin dewasa dalam demokrasi, menggunakan hak pilihnya dan tidak pro dengan politik-politik hitam yang hanya akan merugikan Banua ini sendiri," pungkasnya.(ron).


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • M.Akbar Faisal: Pilkada Kalsel Sentimenya Masih Panas

Terkini

Topik Populer

Iklan