Iklan

BBPP Binuang Gelar Pelatihan Multimedia se Kalimantan

BERITA PEMBARUAN
Jumat, 22 Januari 2021, 08:44 WIB Last Updated 2021-01-26T09:52:43Z
Ketua FK P4S Kaltim Andi Burhan./foto: ron


RANTAU- Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) adalah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan dibidang Pertanian dan Pedesaan yang dimiliki dan dikelola oleh petani-nelayan, baik secara perorangan maupun berkelompok dan bukan instansi pemerintah. 


Mengingat era digital tidak bisa dihindari maka para instruktur P4S harus mengikuti trend yang terjadi agar para petani tetap bisa eksis di tengah masifnya industri 4.0.


Ketua Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (FK P4S) Provinsi Kalimantan Timur Andi Burhan Baharudin Abdullah mengatakan, Kami datang diundang BBPP Binuang untuk mengikuti pelatihan multimedia, menurut kami pelatihan ini sangat bermanfaat sekali khususnya bagi instruktur P4S, mengingat sekarang eranya sudah era teknologi dan P4S juga harus menyeimbangkan juga sejauh mana teknologi kita harus mengikuti. 


"Permasalahan P4S dari Kaltim, Kalsel mungkin se Indonesia kalau tidak ada sentuhan dari mitra dalam hal ini pemerintah, biasanya dari sisis penyuluhan mereka pasif namun demikian dari sisi budidaya mereka tetap aktif," paparnya kepada berita pembaruan.com saat mengikuti pelatihan P4S yang digelar Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang Jl A. Yani Km 85 Kabupaten Tapin kalimantan Selatan.


Kami P4S di Kalimantan Timur lanjut Andi Burhan, ada program namanya Akademi Petani Mandiri yang tujuannya agar ada regenerasi untuk melatih pemuda yang ada di perdesaan mau pun perkotaan. Melatih pertanian modern dan kita mengarahkan untuk membangun grand house atau semacamnya, kalau bisa smart grand house. Kita berupaya merubah paradigma yang ada pada para petani.


"Kalau saat ini tani itu identik dengan kotor, panas dan tidak terlalu menguntungkan. Nah kita coba mulai rubah cara bertaninya. Bicara kendala petani itu klasik terkait ketersediaan lahan, SDM dan modal. Nah kalau kita bicara itu terus kapan selesainya jadi kita harus bergeser dari tani di ladang kita coba ke grend house atau sistem aqua ponik itu kan tidak perlu lahan luas dan tidak perlu repot kotor nyangkul," jelasnya.



Di tempat yang sama kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang DR Yulia Asri Kurniawati Rabu 20/1/2021 mengatakan, kader P4S itu sangat perlu menguasai multimedia atau IT, gunakan aplikasi yang ada seperti youtube, website atau apa pun untuk sarana menambah ilmu pertanian, berbagi ilmu pertanian atau menjual hasil pertanian. Bahkan petani atau penyuluh pertanian itu juga harus belajar bahasa asing seperti bahasa Jepang, Inggris atau lainnya.


"Sekarang kan era perdagangan bebas jadi biar memudahkan komunikasi antara petani atau pembeli hasil pertanian dari luar negri. Bahkan tenaga kerja pertanian dari Indonesia itu sangat dibutuhkan di Jepang dan gajinya mahal kalau dirupiahkan," terang DR Yulia (Ron)





Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BBPP Binuang Gelar Pelatihan Multimedia se Kalimantan

Terkini

Topik Populer

Iklan