Curah Hujan Tinggi Wilayah di Kabupaten Tapin Dilanda Banjir


RANTAU- Curah hujan yang tinggi terus mengguyur Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir ini, sehingga menyebabkan banjir di Kelurahan Raya Belanti Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan.

Rabu (13/1/21) sekira pukul 22.00 WITA terjadi hujan lebat di wilayah Binuang, dan sekitar pukul 01.00 WITA Kamis (14/1/2021) dini hari air mulai meluap ke jalan raya dan pemukiman warga.

Di wilayah  RT 8, 9, 11, 12, 13 dan 14 air terus meninggi hingga pagi sekarang, ketinggian air diperkirakan mulai 0-150 centimeter.  Sementara yang terdampak banjir 1.492 jiwa dan laporan sementara dari BPBD tidak ada korban jiwa.

Kepala BPBD Kabupaten Tapin Said Abdul Nasir kepada beritapembaruan di lokasi   banjir, Kamis (14/1/2021) mengatakan, karena hujan yang terus menerus hingga tadi malam berdampak, terutama di Kalimantan Selatan, untuk Raya Belanti ini memang selalu terdampak setiap tahunnya, apalagi di tahun ini berdasarkan pantauan dari BMKG 40 persen curah hujannya lebih besar dari biasanya. Sehingga dampaknya tentu terjadi dibeberapa daerah yang ada di Kalsel bukan hanya di Binuang Tapin ini saja.

"Kami BPBD Tapin sebelumnya pernah mengadakan rapat dengan BNPB dan BPBD Provinsi mendorong agar Kabupaten Banjar dihilirnya Raya Belanti ini kan Banua Anyar. Nah, di situ mungkin sudah lama tidak melakukan pengerukan sungai. Yang akhirnya aliran sungai di sini tersendat. Kalau di sini yang masuk wilayah Tapin sungainya sudah di keruk," tuturnya.

Sementara untuk antisipasi awal kata Said Abdul, kami mengurangi dampak terhadap korban banjir ini dengan cara mengevakuasi sebagian masyarakat yang secara sukarela bersedia. Dan rata-rata mereka mengungsi ke tempat keluarga jadi tidak di tampung satu lokasi.

"Kami siapkan dapur umum dan tangki air bersih untuk yang terdampak," imbuhnya.

Di tempat yang sama anggota DPRD Kabupaten Tapin H. Adi Farma mengatakan, untuk banjir yang sekarang ini memang yang terbesar di Binuang. Setelah puluhan tahun baru kali ini kita alami yang luar biasa. Dan untuk mereka yang terdampak kita berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, TNI dan POLRI serta stakeholder lainnya. Kita arahkan untuk dievakuasi ke daerah yang lebih tinggi agar lebih aman, sehingga bagi masyarakat terdampak baik kesehatan mau pun keselamatannya yang lebih kita utamakan saat ini.

"Untuk kebutuhan dasar mereka seperti makanan dan air bersih sudah kita koordinasikan dengan BPBD dan Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan sementara di lapangan," ujarnya. (ron)
Lebih baru Lebih lama