Iklan

Iklan

Proses Vaksinasi Covid-19, Kadis Kesehatan Tapin Hadirkan IDI dan Dokter Spesialis

BERITA PEMBARUAN
Jumat, 08 Januari 2021, 08 Januari WIB Last Updated 2021-01-08T15:58:53Z

RANTAU - Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tapin hingga saat ini masih terus  dikomunikasikan, Jumat (8/1/21).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, H. Alfian Yusuf mengatakan, terkait kedatangan dan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tapin, pihaknya telah melaksanakan Vicon bersama Bupati Tapin HM.Arifin Arpan yang dihadiri oleh Kementerian.

Kata Alfian Yusuf, dalam Vicon tersebut ada tiga point' yang sudah dibicarakan antara lain pembentukan posko pelaksanaan vaksinasi, peningkatan pendisiplinan protokol kesehatan melalui operasi yustisi dan rencana pelaksanaan vaksinasi.

"Seperti informasi awal bahwa Presiden Jokowi akan menerima pada (13/01/2021) kemudian diikuti jajarannya di Istana. Sementara untuk tingkat provinsi, kabupaten dan kota dijadwalkan selanjutnya," tuturnya.

Lalu kata Alfian, untuk penanggalan proses vaksinasi di tingkat provinsi, kabupaten dan kota belum ditentukan.

"Artinya untuk penanggalan itu memang direncanakan 10 hari sesudah dilaksanakan vaksinasi Presiden dan jajarannya," jelasnya.

Lanjut Alfian, untuk penerimaan pertama di tingkat provinsi, kabupaten dan kota diminta 10 orang.

"Kita diminta untuk mengusulkan 10 nama sebagai penerima pertama. Dengan sistem usulan dari eksekutif, legislatif, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda," tutur Alfian.

Sementara itu masih menurut Alfian, untuk penerimaan tahap awal akan diikuti para tenaga kesehatan (Naskes) dan tahap II diperuntukan bagi tenaga-tenaga yang bergerak dibidang kesehatan seperti ASN, TNI-Polri, Pegawai Bank, Pegawai PLN yang berkaitan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat dan tahap ke III untuk masyarakat umum.

"Dan 10 orang penerima pertama yang diminta akan kita dilaporkan ke provinsi dan provinsi melaporkan ke pusat pada Senin, (11/01/2021) yang pantau langsung oleh Mendagri," lanjutnya.

Untuk beberapa hari ini kata Kadis Kesehatan, yang akan dilakukan adalah persiapan internal, dan pihaknya berinisiatif mengundang Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Tapin dan dokter spesialis penyakit dalam untuk membahas tentang proses atau mekanisme penerimaan vaksin itu sendiri.

"Insiatif untuk mengundang IDI dan dokter spesialis penyakit dalam bagi kami penting karena proses penerimaan vaksin yang pertama harus melalui proses screnning," bebernya.

Ia mengatakan untuk proses ini ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni kemauan dan yang kedua tidak memiliki penyakit Comorbid.

"Melihat dua hal itu, maka disitulah peran Dokter dan IDI untuk melihat apakah yang bersangkutan boleh atau tidak menerima vaksin tersebut," lanjutnya.

Sementara itu imbuh Alfian, peran IDI dan Dokter spesialis penyakit dalam sangat penting karena kita belum memiliki perda terkait kewajiban seorang boleh atau tidak untuk di vaksin.

"Intinya hari Senin kami akan menyerahkan  10 orang nama penerima awal dan penetapan tanggal penerimaan vaksin. Dan hal ini sudah kami komunikasikan dengan Bupati," imbuh Alfian.

Selanjutnya untuk tenaga kesehatan sendiri yang dijadwalkan terima vaksin di tahap awal, pihaknya, sudah menginput data di provinsi.

"Kita sudah melaksanakan penginputan data dan sebanyak 1264 tenaga kesehatan. Dari 1264 itu akan dilaksanakan screening siapa-siapa yang berhak dan tidak untuk menerima," lanjutnya.

Pada dasarnya Kata Alfian, Dinkes Tapin sudah melakukan kordinasi dengan pihak kepolisian untuk proses pengamanan. Untuk tempat penyimpanan vaksin tersebut, ditingkat kabupaten akan diamankan di gudang obat dinkes. Dan proses pengamanan disediakan tenda.

" Selanjutnya kita akan amankan dulu, sambil menunggu perintah untuk didistribusikan ke masing-masing fasilitas layanan kesehatan yang akan melaksanakan vaksinasi," urainya.

Sementara terkait tempat layanan vaksinasi, pihaknya mengatakan di Tapin ada 15 faskes yang dinilai memenuhi standar dan sudah didaftarkan untuk melaksanakan pemberian vaksin.

"Ke 15 faskes ini selain dinilai memenuhi standar juga ketersediaan alat yang terdiri dari 13 Puskesmas, 1 RS Datu Sanggul dan Klinik Polres Tapin," paparnya.

Lalu ia menerangkan, untuk tenaga kesehatan yang disiapkan di 15 faskes tersebut, setiap faskes disiapkan 4 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari 1 dokter dengan tugasnya untuk memastikan apakah si penerima layak atau tidak menerima vaksin, Vaksinator terlatih ada 2 orang terdiri dari perawat dan bidan, 1 orang untuk admin.

"Untuk Vaksinator juga sudah dilaksanakan TOT. Intinya untuk kesiapan tenaga sudah jalan.  Kami berharap dengan adanya proses persiapan ini, dapat memudahkan proses vaksinasi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tapin," terangnya (ron).
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Proses Vaksinasi Covid-19, Kadis Kesehatan Tapin Hadirkan IDI dan Dokter Spesialis

Terkini

Topik Populer

Iklan