Iklan

Tunjang Perekonomian, Kawasan Bandara Hang Nadim Dirancang Sebagai Hub Logistk

BERITA PEMBARUAN
Kamis, 21 Januari 2021, 13:38 WIB Last Updated 2021-01-26T09:52:44Z
Kawasan Bandara Hang Nadim Batam akan dirancang menjadi Hub Logistk sebagai penunjang perekonomian

BATAM- Dalam tahap Pembangunan bandara Internasional Hang Nadim telah dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam mempunyai nilai yang sangat strategis sebagai gerbang transportasi udara dalam sektor bisnis dan perdagangan, karena wilayah Batam merupakan daerah perdagangan bebas (Free Trade Zone).

"Kawasan Bandara Hang Nadim akan dirancang menjadi sebuah kawasan hub logistik yang akan meningkatkan perekonomian dan industri di Kota Batam," ujar Muhammad Rudi.

Oleh sebab itu pembangunan dan perluasan gedung kargo juga menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung hal tersebut,” kata Muhammad Rudi. Saat melakukan pihak Badan Pembangunan (BP) Batam meninjau apron dan taxiway yang telah selesai dibangun, Rabu (20/1/2021) pagi, di Bandara Hang Nadim.

Tujuan dari peninjauan untuk melihat hasil pembangunan Taxiway dan Apron 04 di Bandara Internasional Hang Nadim yang disiapkan sebagai Hub Logistik.
Pagi hari ini kita berada di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, tepatnya di Apron kargo yang memiliki Panjang 500 meter dan Lebar 168 meter. 

Menurut Ketua Badan Pembangunan (BP) Batam Muhammad Rudi, Apron kargo yang baru ini mampu menampung 5 pesawat berbadan besar, yaitu pesawat Boeing-777. 

"Pihak Badan Pembangunan (BP) Batam akan membangun bandara untuk mempersiapkan sewaktu-waktu nanti menjadi bandara yang tidak hanya untuk penumpang, tetapi juga dapat menjadi hub logistik,” kata Muhammad Rudi.

Dalam penjelasannya dihadapan media Muhammad Rudi sebagai ketua BP yang juga merangkap sebagai Wali Kota Batam memberi keterangan, bahwa pada tahun ini juga akan dibangun terminal kargo yang dikerjakan secara multiyears yang akan selesai pada tahun 2022.

"Kami sudah merencanakan sebagaimana pembangunan kedepan, agar ini menjadi suatu bandara yang betul-betul diminati, tidak hanya nasional, tapi juga internasional," jelasnya.

Maka dari itu kata Rudi, untuk memenuhi kualifikasi internasional, seluruh kebutuhan infrastruktur harus kita selesaikan. Hari ini kita sudah menyelesaikan Taxiway dan Apron 04.

"Masalah sistem penanganan barang (handling) juga akan diperbarui menjadi sistem terbaru dengan menggunakan sistem otomatis," imbuhnya.

Dalam hal volume lanjut Rudi, meski angka volume kargo eksisting Bandara Hang Nadim berada dibawah perkiraan dalam studi Master Plan Tahun 2018, namun volume angkutan lalu lintas udara di Bandar Udara Hang Nadim, mengalami peningkatan yang pesat dan signifikan dari tahun ke tahun, baik penumpang ataupun kargo. 

"Bahkan disaat pandemi Covid-19, pelayanan kargo di Bandara Hang Nadim terus berjalan," tegasnya.

Saat ini masih kata Rudi, gedung kargo Bandara Hang Nadim memiliki ukuran 80 m x 32 m dan rencana akan dibangun terminal/gedung kargo dengan luas gedung ± 9.600 m². Lebih lanjut Badan Pengusahaan (BP) Batam telah merampungkan pembangunan Taxiway dan Apron 04 di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Kepulauan Riau, pada akhir tahun 2020 lalu.

"Apron Kargo ini dibangun sebagai penunjang Gedung Kargo untuk menambah daya saing Batam, yang diproyeksikan akan menunjang Bandara Hang Nadim Batam menjadi Bandara Hub-Logistik Indonesia Bagian Barat," terang Wali Kota Batam ini.

Lanjutnya, pembangunan Apron kargo ini telah dilaksanakan tahun 2020 oleh Kontraktor Nindya Karya dengan Konsultan Supervisi Yodya Karya dengan nilai Kontrak sebesar Rp166.529.321.385,73. Dan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 158 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender.

"Selain Taxiway dan Apron 04, BP Batam juga membangun drainase, jalan akses, elektrikal, rerumputan, dan pagar di sekeliling lokasi,"  jelas Rudi.

Sementara di tahun 2021-2022 rencana BP Batam akan membangun gedung/terminal kargo, dengan biaya pekerjaan pembangunannya bersumber dari BLU BP Batam Tahun Anggaran 2021 dengan nilai sekitar Rp105.015.734.000. Lalu, kata Rudy, sesuai rencana ke depan ada dua rencana besar BP Batam, yaitu mengembangkan bandara Hang Nadim dan mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar dan pelabuhan lainnya menjadi prioritas kami dalam memimpin BP Batam.

" Karena menurut kami kedua hal ini akan sangat membantu perekonomian masyarakat Batam dan juga Indonesia,” tandasnya. (Merry)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tunjang Perekonomian, Kawasan Bandara Hang Nadim Dirancang Sebagai Hub Logistk

Terkini

Topik Populer

Iklan