Iklan

LKPK Minta Polisi Tindak Tegas Inisiator Kerumunan di Kedung Waringin

BERITA PEMBARUAN
Senin, 15 Februari 2021, 13:13 WIB Last Updated 2021-02-15T06:13:37Z
Aksi kerumunan massa di perumahan GCC Desa Kedung Waringin Kabupaten Bekasi, Sabtu (13/2/21) malam.

BEKASI- Ketua Lembaga Komunitas Pemberantas Korupsi Kabupaten (L-KPK) Anwar Soleh meminta Polres Metro (Polrestro) Bekasi ambil langkah tegas dan tetapkan tersangka inisiator acara kerumunan warga di Perum Grand Cikarang City (GCC) 2 Kedung Waringin yang tabrak Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

"Karena menurut Anwar aksi kerumunan massa yang tidak patuhi protokol kesehatan (Prokes) dan abaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro untuk cegah penyebaran Covid-19 yang dilakukan warga Perumahan Grand Cikarang City (GCC) 2, di wilayah Desa Kedung Waringin, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu 13 Februari 2021 Malam kemarin, sudah jelas telah melanggar dan melawan aturan yang dikeluarkan pemerintah," ujar Anwar Uban sapaan akrab Anwar Soleh.

Menurutnya, kerumunan masa di Perum GCC 2 wilayah Desa Kedung Waringin itu sudah merupakan pelanggaran protokol kesehatan yang fatal, itu secara langsung melawan peraturan PKM Mikro yang dibuat  Pemerintah Pusat. 

"Usai melihat video yang beredar, jelas itu adalah kerumunan massa ditambah lagi adanya surat undangan dari panitia penyelenggara yang beredar ke warga perumahan tersebut, kuat dugaan kami perbuatan tersebut disengaja, sudah direncanakan dan diatur sedemikian rupa," imbuhnya.

Jika ini biarkan kata Anwar Uban, dirinya khawatir akan adanya kluster baru, dan dikhawatirkan akan terjadi lagi aksi kerumunan yang sama di perumahan itu.

"Jadi kami meminta ke tim gugus tugas  Covid-19, Kapolres Metro Bekasi Komisaris Polisi Hendra Gunawan segera tetapkan tersangka bagi inisiator di acara kerumunan tersebut," ungkap Anwar

Sudah jelas, masih kata Anwar Uban, jika tetap membandel tidak menggubris aturan  protokol kesehatan, sanksinya pidana, tetapi kenapa pihak yang terkait tidak menjatuhi sanksi tegas, baik ke panitia maupun ke Pemerintahan Desa Kedung Waringin.

"Saya menduga, adanya kerumunan di GCC 2 dampak dari perayaan acara ulang tahun Bupati Bekasi, sehingga aturan dan himbauan tidak di indahkan oleh jajaran pemerintah lainnya beserta masyarakat umumnya. Saya minta gugus tugas Covid-19 segera tetapkan tersangka bagi para pelanggar tersebut," tandasnya.

Sementara, kepada media Kepala Desa Kedung Waringin Tita Komala saat di konfirmasi ulang terkait hasil pembahasan bersama tim gugus tugas, melalui pesan WhatsApp dan telepon pihaknya meneruskan pesan singkat yang di tulis tim gugus tugas di desanya dengan kalimat, 

"Baik ibu...penjelasan dari panitia terkait ada kumpulan tadi malam di wilayah perum GCC 2 informasi yang mereka sampaikan kepada kami yaitu sebenarnya hanya mengundang kurang lebih hanya 20 orang perwakilan saja untuk membahas tanggul yang jebol waktu banjir kali irigasi kemarin..

"Untuk antisipasi ada banjir susulan mereka inisiatif mengadakan musyarawah agar ketika banjir susulan datang mereka bisa menangani nya dan tidak terdampak banjir kembali'.

"Namun tanpa diduga oleh panitia banyak warga yang berdatangan dan panitia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melarang warga tersebut untuk ikut dalam kumpulan tersebut'. 

"Nah ini sangat jelas keterangan tertulis dari tim gugus tugas Desa Kedung Waringin, hasil penjelasan dari perwakilan warga GCC 2 yang berkerumun ke kepala desanya itu, tidak bisa ditolelir lagi. Jadi pihak kepolisian harus segara menetapkan tersangka ke inisiator acara kerumunan tersebut. Karena hal tersebut sudah direncanakan dan sudah di atur sedemikian rupa," pungkas Anwar. (Sigit)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • LKPK Minta Polisi Tindak Tegas Inisiator Kerumunan di Kedung Waringin

Terkini

Topik Populer

Iklan