Iklan

Tak Ada Kesempatan, Aspirasi Masyarakat Dayak Piani Tak Tersampaikan pada Presiden

BERITA PEMBARUAN
Jumat, 19 Februari 2021, 16:14 WIB Last Updated 2021-02-20T08:33:36Z
Tetuha Adat Dayak Meratus Kabupaten Tapin Damang Rusdiansyah

RANTAU- Masyarakat adat Dayak Meratus Kecamatan Piani Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan berharap dengan adanya dan diresmikannya Bendungan Tapin oleh Presiden RI Ir Joko Widodo, Kamis (18/2/2021) kemarin, bisa ikut menikmati serta membawa perubahan ke kehidupan mereka ke depannya.

Hal tersebut disampaikan Tetuha adat Dayak Meratus (tokoh masyarakat adat Piani Kabupaten Tapin) Damang Rusdiansyah biasa dipanggil Pangbalum, mengatakan, dirinya memang di undang dan ikut dalam acara peresmian Bendungan Tapin bahkan mengaku bertemu Presiden RI Joko Widodo.

Namun sayang apa yang diinginkan oleh masyarakat adat Dayak Meratus yang ada di Piani tidak tersampaikan karena tidak ada kesempatan untuk menyampaikannya, padahal dirinya sudah diamanahi oleh masyarakat adat Dayak lainnya.


"Bendungan Tapin bisa dijadikan obyek wisata, perbaikan infrastruktur jalan dan listrik, jaringan telepon (internet) serta pembuatan balai adat yang baru, sebelumnya ada dua balai adat , satu di Desa Harakit satu lagi di Desa Pipitak Jaya, namun yang di Pipitak Jaya sudah tenggelam oleh Bendungan Tapin.

Bahkan menurut Damang Rusdiansyah sudah 3 tahun terakhir semenjak ada bendungan Aruh Adat yang biasa dilakukan tiap tahun, tidak dilakukan lagi.

"Makanya kami minta dibangunkan balai adat kembali agar bisa melaksanakan kembali Aruh (upacara atau ibadah adat Dayak Meratus)," pinta Balum.

Namun sayang lanjut Balum, semua harapan untuk menyampaikan keinginan warga Dayak Piani harus pupus karena tidak ada protokol atau pejabat lainnya yang mengarahkan, padahal dirinya mengaku ikut dalam peresmian Bendungan Tapin bersama Presiden Jokowi.

Kecamatan Piani adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Tapin yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar (bagian selatan) Kabupaten HSS (bagian utara), kurang lebih 6000 jiwa menjadi warga Piani yang terdiri dari 8 desa. Kecamatan Piani memiliki luas 131,24 km2, masyarakat Piani mayoritas penduduk asli etnis Dayak Meratus atau biasa disebut Dayak asli urang Tapin.


Di Kecamatan Piani mempunyai tiga gedung sekolah TK yang tersebar di tiga desa, dan SD ada 10 tersebar di 8 desa, sementara SMP dua gedung Desa Barung dan Desa Baramban namun untuk gedung sekolah tingkat SMU masih nol. (Ron)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tak Ada Kesempatan, Aspirasi Masyarakat Dayak Piani Tak Tersampaikan pada Presiden

Terkini

Topik Populer

Iklan